Mengalirlah dari hulu ke hilir
Melintaslah mengarungi wilayah dikenal hingga tak bertuan
Bertemu aliran tak terduga menuju muara
Kecuplah bibir darat tak berbatas menuju kebebasan
Arungi lembutnya pertemuan aliran
Air pesawahan, pegunungan dingin yang tegar
Hingga gelora laut memabukkan..
Bawakan berkas cerita dari daun gugur
Ranting berpisah kasih dari cabang
Hingga tiba di gelora samudra
Menyatu dalam ribuan kisah cerita
Tanah dikenali hingga tak bertuan
Sungai mengalirlah lalui ribuan waktu tak berhingga
Layarilah tempat-tempat diseluruh jagad
Hingga kembali
Menjadi titikan tak terkenali
Mengangkasa
Sungai
Mengalir
Mengalir
Selasa, 02 Februari 2010
Selasa, 19 Januari 2010
fishing
Bagi sebagian orang mencari ikan (fishing) adalah urusan hobby. Urusan menghabiskan waktu, bersantai sehingga karena sudah urusan hobby kocek bisa di kesampingkan.
Sedikit diatasnya mungkin mencari inspirasi... Ceile inspirasi

Tapi yang pasti apapun motivasinya tujuan ya untuk dapat ikan....
Sedikit diatasnya mungkin mencari inspirasi... Ceile inspirasi

Buat sebagian yang lain mungkin gabungan antara bersantai dengan teman,menghabiskan waktu bersama, merencanakan sesuatu atau menghindari suara dominasi dari istri dirumah yang nyuruh ini nyuruh itu hehehe ...
Minggu, 17 Januari 2010
Fire...
Adalah tuntutan hidup ketika seorang Ibu harus meninggalkan anak-anak yang dia cintai yang masih sangat membutuhkan perhatian dan pengawasan, kemudian berangkat ketempat kerja dan bekerja dari jam 7 pagi dan baru tiba dirumah setelah petang. Jika bekerja di sift pagi. maka jam setengah tujuh harus berangkat dari rumah dan baru jam 4 tiba dirumah. Jika sift siang maka jam satu sudah harus berangkat dari rumah dan tiba dirumah jam 21.30 mungkin anak-anaknya sudah tidur atau ketika sift malam dia harus berangkat jam 20 dari rumah dan baru kembali keesokan harinya,artinya anak-anaknya sudah berangkat sekolah tanpa dilihat oleh Ibunya.
Adalah tuntutan hidup, ketika seorang suami harus meninggalkan istri dan anak-anaknya,bekerja di tempat yang jauh dari keluarga mungkin bisa mengunjungi keluarganya dalam waktu yang relatif sebentar, dikarenakan kewajiban kepada tempat kerja yang mengharuskan bekerja dalam rentang waktu jam 08 s/d 17 ,setiap hari kecuali minggu.
Ketika suatu malam yang naas si Ibu meninggalkan rumah dan ketiga anaknya, untuk bekerja pada salah satu RS, tanpa pengawasan, suaminya kerja di perkebunan di luar kota. Kewajiban di rumah sakit bagi karyawan untuk dapat bekerja secara shif, dan Ibu ini kebagian jaga malam.
Adalah suatu kemalangan akibat ketiadaan sehingga Ibu ini harus meninggalkan anak-anak tanpa pengawasan. (Mungkinkah) dia tidak sanggup membayar pengasuh?
Apa yang terjadi adalah hal yang tidak akan pernah terbayangkan, tidak terfikirkan, ketika ditengah malam kedua anak ( kelas 6 dan kelas 3 SD) ketika kira-kira jam 01:30 menyalakan lilin ketika listrik kembali padam. Akhir-akhir ini sering terjadi pemadaman listrik.. Entah bagaimana terjadinya apakah karena lilin membakar selimut sehingga kedua anak kehabisan oksigen atau apalah, kedua anak ini kehilangan nyawanya,ditemukan oleh tetangganya kira-kira jam 02 dini hari telah kehilangan nyawa keduanya ditemukan saling berpelukan. Maka si Ibu bahkan tidak lagi sanggup menangis ketika ditengah malam buta kabar duka itu disampaikan kepadanya..
Adalah kemalangan yang lain? Atau kesalahan yang lain? Ketika pada malam hari itu tetangga keluarga ini terbangun dan mengecek kenapa banyak asap. Dan ketika para orang-orang yang peduli ini mencoba untuk memadamkan api dengan air apa yang terjadi adalah bahwa PAM juga mati. Tidak ada setetes airpun yang mengalir dari kran dan ini sudah menjadi kebiasaan yang tidak kita ketahui apa alasannya kenapa setiap malam air juga ikut-ikutan MATI. Apakah ini merupakan suatu kesengajaankah?
Adakah yang patut dipersalahkan?
Adalah tuntutan hidup, ketika seorang suami harus meninggalkan istri dan anak-anaknya,bekerja di tempat yang jauh dari keluarga mungkin bisa mengunjungi keluarganya dalam waktu yang relatif sebentar, dikarenakan kewajiban kepada tempat kerja yang mengharuskan bekerja dalam rentang waktu jam 08 s/d 17 ,setiap hari kecuali minggu.
Ketika suatu malam yang naas si Ibu meninggalkan rumah dan ketiga anaknya, untuk bekerja pada salah satu RS, tanpa pengawasan, suaminya kerja di perkebunan di luar kota. Kewajiban di rumah sakit bagi karyawan untuk dapat bekerja secara shif, dan Ibu ini kebagian jaga malam.
Adalah suatu kemalangan akibat ketiadaan sehingga Ibu ini harus meninggalkan anak-anak tanpa pengawasan. (Mungkinkah) dia tidak sanggup membayar pengasuh?
Apa yang terjadi adalah hal yang tidak akan pernah terbayangkan, tidak terfikirkan, ketika ditengah malam kedua anak ( kelas 6 dan kelas 3 SD) ketika kira-kira jam 01:30 menyalakan lilin ketika listrik kembali padam. Akhir-akhir ini sering terjadi pemadaman listrik.. Entah bagaimana terjadinya apakah karena lilin membakar selimut sehingga kedua anak kehabisan oksigen atau apalah, kedua anak ini kehilangan nyawanya,ditemukan oleh tetangganya kira-kira jam 02 dini hari telah kehilangan nyawa keduanya ditemukan saling berpelukan. Maka si Ibu bahkan tidak lagi sanggup menangis ketika ditengah malam buta kabar duka itu disampaikan kepadanya..
Adalah kemalangan yang lain? Atau kesalahan yang lain? Ketika pada malam hari itu tetangga keluarga ini terbangun dan mengecek kenapa banyak asap. Dan ketika para orang-orang yang peduli ini mencoba untuk memadamkan api dengan air apa yang terjadi adalah bahwa PAM juga mati. Tidak ada setetes airpun yang mengalir dari kran dan ini sudah menjadi kebiasaan yang tidak kita ketahui apa alasannya kenapa setiap malam air juga ikut-ikutan MATI. Apakah ini merupakan suatu kesengajaankah?
Adakah yang patut dipersalahkan?
Selasa, 05 Mei 2009
Sekolah gratis dimana-mana kata lagu...
Ada lagu yang baru-baru ini rasanya sering saya dengar dinyanyikan berulang -ulang di tv.
Riangnya hati ini..
Senangnya hati ini..
Sekolah gratis ada dimana-mana..
Sebuah setting yang mengawalinya adalah beberapa orang dalam angkot, seorang Ibu yang duduk di samping sopir angkot. Si Bapak mengeluhkan mahalnya biaya pendidikan, dan Ibu yang bertanya, kan sekarang ada sekolah gratis?
Kata Ibu, " biar ayahnya supir angkot, anaknya bisa jadi pilot!", "biar ayahnya loper koran, anak bisa jadi wartawan!"
Sangat optimis, sangat menjanjikan. Sangat membahagiakan apabila keadaanya seperti dalam lagu ini. Memanfaatkan sekolah gratis.. Hanya satu yang jadi pertanyaan dimana ada sekolah wartawan gratis? Dimana ada sekolah pilot gratis?
Sebab yang kita lihat keadaan dilapangan untuk masuk sekolah TK saja, alamak mahal!!
Saya pernah dengar angka diatas 1jt, untuk masuk TK..
Dan juga seandainya seperti dalam lagu itu pendidikan gratis ( sampai dengan tingkat SMP..)
bagaimana untuk selanjutnya? Untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari ditengah harga yang semakin menaik sudah sangat susah.
Harga pendidikan sekarang ini sangat mahal.Apalagi ditengah-tengah krisis sekarang ini.
Pertama meningkatnya harga kebutuhan dan biaya hidup sehari-hari, kedua pendapatan kita yang bisa kita katakan stagnan - (kalau tidak mau dibilang menurun) - jika kita adalah orang-orang yang makan gaji..
Tentu saja tetap berharap apabila apa yang dinyanyikan dalam lagu itu menjadi kenyataan.
Sekolah gratis oh indahnya terutama untuk orang-orang berkantong tipis seperti kebanyakan diantara warga negara Indonesia tercinta..
Riangnya hati ini..
Senangnya hati ini..
Sekolah gratis ada dimana-mana..
Sebuah setting yang mengawalinya adalah beberapa orang dalam angkot, seorang Ibu yang duduk di samping sopir angkot. Si Bapak mengeluhkan mahalnya biaya pendidikan, dan Ibu yang bertanya, kan sekarang ada sekolah gratis?
Kata Ibu, " biar ayahnya supir angkot, anaknya bisa jadi pilot!", "biar ayahnya loper koran, anak bisa jadi wartawan!"
Sangat optimis, sangat menjanjikan. Sangat membahagiakan apabila keadaanya seperti dalam lagu ini. Memanfaatkan sekolah gratis.. Hanya satu yang jadi pertanyaan dimana ada sekolah wartawan gratis? Dimana ada sekolah pilot gratis?
Sebab yang kita lihat keadaan dilapangan untuk masuk sekolah TK saja, alamak mahal!!
Saya pernah dengar angka diatas 1jt, untuk masuk TK..
Dan juga seandainya seperti dalam lagu itu pendidikan gratis ( sampai dengan tingkat SMP..)
bagaimana untuk selanjutnya? Untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari ditengah harga yang semakin menaik sudah sangat susah.
Harga pendidikan sekarang ini sangat mahal.Apalagi ditengah-tengah krisis sekarang ini.
Pertama meningkatnya harga kebutuhan dan biaya hidup sehari-hari, kedua pendapatan kita yang bisa kita katakan stagnan - (kalau tidak mau dibilang menurun) - jika kita adalah orang-orang yang makan gaji..
Tentu saja tetap berharap apabila apa yang dinyanyikan dalam lagu itu menjadi kenyataan.
Sekolah gratis oh indahnya terutama untuk orang-orang berkantong tipis seperti kebanyakan diantara warga negara Indonesia tercinta..
Kamis, 16 April 2009
Memories...
Memories..Kenangan...
Baru-baru ini seorang teman mengirimiku surat.. Satu surat yang pendek. Sudah lama kami tidak memberi kabar tentang keadaan masing-masing. Mungkin karena kesibukan, rutinitas atau barangkali terkadang kita bingung harus membicarakan apa? Atau merasa tidak akan mendapat tanggapan yang kita harapkan. Lalu surat yang sebelumnya telah kita konsep kita delete,batal kita kirimkan.
Baru-baru ini seorang teman mengirimiku surat.. Satu surat yang pendek. Sudah lama kami tidak memberi kabar tentang keadaan masing-masing. Mungkin karena kesibukan, rutinitas atau barangkali terkadang kita bingung harus membicarakan apa? Atau merasa tidak akan mendapat tanggapan yang kita harapkan. Lalu surat yang sebelumnya telah kita konsep kita delete,batal kita kirimkan.
Isi suratnya ringkas saja. Menanyakan kabarku disertai harapan semoga semuanya baik-baik saja dan memberitakan kabarnya bahwa dia dalam kondisi baik. Tetapi ada hal yang menarik dalam surat itu, suatu pertanyaan yang mungkin tidak memerlukan jawaban. Masih ingat saya?
Bisakah kita melupakan teman? Mungkin karena jarak dan waktu berperan. Melupakan teman semasa SD atau SMP yang tidak memiliki kedekatan secara psikologis dengan kita? Mungkin! Tetapi teman dimana kita melewati rangkaian waktu bersama, dihukum membersihkan halaman sekolah, kakus sekolah karena terlambat atau karena sengaja tidak ikut upacara, atau berdiri di depan kelas selama dua jam pelajaran karena bolos mata pelajaran bahasa Inggris bisakah kita melupakannya?
Teman-teman dimana kita memiliki kenangan manis atau tidak manis ( bisa berarti manis sekali atau buruk) tidaklah akan dapat kita lupakan begitu saja. Mereka telah menempati satu sudut dalam hati kita, mungkin akan memerlukan sedikit usaha mengingatnya seperti membuka satu file dalam pc kita, memerlukan usaha untuk membuka dari folder yang tepat. Tentu saja kita tidak akan bisa benar-benar melupakan ada waktu dan hal-hal tertentu yang akan tinggal dalam hati kita, ya kenangan..
Senin, 30 Maret 2009
C A L E G .....
Minggu-minggu ini kota Medan benar-benar hingar-bingar. Pasti didaerah-daerah lain juga dalam batas wilayah NKRI, karena akan ada event yang luar biasa besar yang diselenggarakan oleh pemerintah bagi rakyatnya untuk menentukan siapa calonnya yang akan mewakili dirinya untuk duduk dalam dewan yang terhormat.
Sejak tahun lalupun hingar bingar ini sudah diawali. Ditandai dengan banyaknya spanduk,billboard yang terhampar mulai pinggiran kota sampai pusat kota.
Tentu saja ini adalah awal kampanye, dimulai dengan menunjukkan poto dan senyum diwajah masing-masing caleg, partai yang diwakili, tentu saja tidak lupa janji semanis madu yang ditebarkan disana sini dengan harapan untuk menarik perhatian konstituen lalu ditutup dengan permohonan untuk memilih dan mendukung calon tersebut.
Berapa banyak energi yang terhabiskan dalam kampanye? Dan berapa banyak dana terhabiskan guna memperoleh suatu kursi anggota DPR? Seandainya saja aku bisa bertanya dan memperoleh jawaban yang pasti dan akurat... Tapi tentu saja, aku tidak akan bertanya anggaplah itu suatu harga yang harus dibayar untuk suatu jabatan seprestius anggota DPR.
Bukankah hal itu kedengaran menggetarkan hati? Suatu jabatan yang harus dan wajib mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan rakyat banyak. Bahwa hanya orang-orang yang memiliki hati emas, seluas samudera yang mampu melakukan tugas penuh tanggung jawab tersebut? Siapakah yang rela hati mendahulukan kepentingan orang lain dibandingkan dengan kepentingannya sendiri? Hanya Tuhan yang tahu...Berapakah bilangan manusia yang memiliki kualitas seperti itu? Mungkin ada disuatu tempat.
Hanya pertanyaannya : Benarkah orang-orang yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif kita memiliki hati seperti itu?
Sejak tahun lalupun hingar bingar ini sudah diawali. Ditandai dengan banyaknya spanduk,billboard yang terhampar mulai pinggiran kota sampai pusat kota.
Tentu saja ini adalah awal kampanye, dimulai dengan menunjukkan poto dan senyum diwajah masing-masing caleg, partai yang diwakili, tentu saja tidak lupa janji semanis madu yang ditebarkan disana sini dengan harapan untuk menarik perhatian konstituen lalu ditutup dengan permohonan untuk memilih dan mendukung calon tersebut.
Berapa banyak energi yang terhabiskan dalam kampanye? Dan berapa banyak dana terhabiskan guna memperoleh suatu kursi anggota DPR? Seandainya saja aku bisa bertanya dan memperoleh jawaban yang pasti dan akurat... Tapi tentu saja, aku tidak akan bertanya anggaplah itu suatu harga yang harus dibayar untuk suatu jabatan seprestius anggota DPR.
Bukankah hal itu kedengaran menggetarkan hati? Suatu jabatan yang harus dan wajib mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan rakyat banyak. Bahwa hanya orang-orang yang memiliki hati emas, seluas samudera yang mampu melakukan tugas penuh tanggung jawab tersebut? Siapakah yang rela hati mendahulukan kepentingan orang lain dibandingkan dengan kepentingannya sendiri? Hanya Tuhan yang tahu...Berapakah bilangan manusia yang memiliki kualitas seperti itu? Mungkin ada disuatu tempat.
Hanya pertanyaannya : Benarkah orang-orang yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif kita memiliki hati seperti itu?
Senin, 23 Februari 2009
Pahlawan..
Apa yang kita fikirkan tentang pahlawan?
Barangkali pengertiannya berbeda pada setiap periode kehidupan kita.
Ketika kita masih belum sekolah, mungkin kata itu artinya seseorang atau sesuatu yang kita angankan, yang kita dapat pengertiannya dari dongeng yang biasa mengantar tidur kita. Sesuatu yang berbuat luar biasa, pangeran yang menolong seorang putri atau seseorang yang tertindas dsb.
Ketika kita memasuki dunia sekolah, pengertian pahlawan pun bergeser, sesuai dengan ajaran yang kita terima dari guru-guru sekolah dasar kita, kita memikirkan bahwa pahlawan itu adalah seseorang yang berjuang melawan penjajah Belanda/Jepang tentu saja karena penjajah yang paling dominan sesuai dengan pendidikan masa ini adalah penjajah Belanda dan Jepang. Maka kita berfikir pahlawan adalah : Pangeran Diponegoro, Ibu Kartini, Cut Nyak Dien, Sisingamangaraja XII dan sebagainya. Sepertinya pengertian ini masih kita bawa ketika kita akan memasuki masa SMA.
Ketika kita memasuki masa SMA pengertiannya bergeser. Menjadi seseorang yang memberikan kontribusi dalam pengertian besar, kita berfikir pengertian pahlawan ketika kita memasuki usia SD dan SMP sedang dalam pengertian kecil, kita mulai memikirkan tentang idola kita, berubah sesuai perubahan bacaan-bacaan dan tontonan kita.
Saat SMA aku berfikir tentang Mohandas Gandhi yang lebih dikenal dengan Mahatma Gandhi, pria yang begitu sederhana,tulus sangat anti kekerasan,atau aku mengidolakan tokoh kartun Winnie The Pooh yang begitu imut,sangat manis, juga aku menyukai tokoh tokoh Walt Disney bayangkan.. Aku masih suka membaca komik Donal Duck sampai sekarang!!
Aku memikirkan pahlawanku saat ini, orang-orang yang dekat denganku, berpengaruh langsung padaku.. Sederhana memang.. Kedua orang tuaku sudah pasti adalah tokoh utamanya, lalu saudara-saudara sekandung yang inipun ada tingkatan-tingkatannya tergantung kedekatan secara psikologis,lebih sering berkomunikasi, atau setiap menghadapi sesuatu hal apakah hal yang membuat " hati berbunga-bunga " atau dalam hati berkata "aduh mati aku.." maka dia selalu orang yang pertama kita ingat, orang yang pertama kita ajak bicara. Bagiku itu adalah arti kata pahlawan yang sesungguhnya.
Karena saat ini ada perubahan dalam memandang lingkungan dan keberadaan hidup... Bahwa saat ini apa yang terjadi dan rasakan berbeda dalam setiap masa kehidupan.
Seperti pengertian kita setelah dewasa, Dunia tidak lagi mudah hehehe.. Life doesn't come easy anymore.
So.. wellcome to the real world...
Barangkali pengertiannya berbeda pada setiap periode kehidupan kita.
Ketika kita masih belum sekolah, mungkin kata itu artinya seseorang atau sesuatu yang kita angankan, yang kita dapat pengertiannya dari dongeng yang biasa mengantar tidur kita. Sesuatu yang berbuat luar biasa, pangeran yang menolong seorang putri atau seseorang yang tertindas dsb.
Ketika kita memasuki dunia sekolah, pengertian pahlawan pun bergeser, sesuai dengan ajaran yang kita terima dari guru-guru sekolah dasar kita, kita memikirkan bahwa pahlawan itu adalah seseorang yang berjuang melawan penjajah Belanda/Jepang tentu saja karena penjajah yang paling dominan sesuai dengan pendidikan masa ini adalah penjajah Belanda dan Jepang. Maka kita berfikir pahlawan adalah : Pangeran Diponegoro, Ibu Kartini, Cut Nyak Dien, Sisingamangaraja XII dan sebagainya. Sepertinya pengertian ini masih kita bawa ketika kita akan memasuki masa SMA.
Ketika kita memasuki masa SMA pengertiannya bergeser. Menjadi seseorang yang memberikan kontribusi dalam pengertian besar, kita berfikir pengertian pahlawan ketika kita memasuki usia SD dan SMP sedang dalam pengertian kecil, kita mulai memikirkan tentang idola kita, berubah sesuai perubahan bacaan-bacaan dan tontonan kita.
Saat SMA aku berfikir tentang Mohandas Gandhi yang lebih dikenal dengan Mahatma Gandhi, pria yang begitu sederhana,tulus sangat anti kekerasan,atau aku mengidolakan tokoh kartun Winnie The Pooh yang begitu imut,sangat manis, juga aku menyukai tokoh tokoh Walt Disney bayangkan.. Aku masih suka membaca komik Donal Duck sampai sekarang!!
Aku memikirkan pahlawanku saat ini, orang-orang yang dekat denganku, berpengaruh langsung padaku.. Sederhana memang.. Kedua orang tuaku sudah pasti adalah tokoh utamanya, lalu saudara-saudara sekandung yang inipun ada tingkatan-tingkatannya tergantung kedekatan secara psikologis,lebih sering berkomunikasi, atau setiap menghadapi sesuatu hal apakah hal yang membuat " hati berbunga-bunga " atau dalam hati berkata "aduh mati aku.." maka dia selalu orang yang pertama kita ingat, orang yang pertama kita ajak bicara. Bagiku itu adalah arti kata pahlawan yang sesungguhnya.
Karena saat ini ada perubahan dalam memandang lingkungan dan keberadaan hidup... Bahwa saat ini apa yang terjadi dan rasakan berbeda dalam setiap masa kehidupan.
Seperti pengertian kita setelah dewasa, Dunia tidak lagi mudah hehehe.. Life doesn't come easy anymore.
So.. wellcome to the real world...
Langganan:
Postingan (Atom)