Kadang ada hasrat yang timbul dalam jiwa kita,semacam dorongan untuk berbuat sesuatu.
Apakah itu hal sederhana untuk menyenangkan hati kita, menyenangkan orang lain atau justru untuk hal-hal diluar dugaan kita.
Suatu ketika aku sedang mendengar satu stasiun radio menyelenggarakan sayembara.. Iya sayembara.Lalu ada dorongan untuk mengikutinya. Mungkin untuk menyenangkan hati.
Mencipta adalah suatu proses yang kadang tidak dapat kita tebak, dari mana munculnya. Kita hanya bisa mengikuti dorongan itu. Mulai saja...
Dalam hal ini aku mencoba menciptakan puisi, untuk mengikuti sayembara itu.
Aneh juga rasanya saat aku mengikuti sayembara itu aku tidak sedang jatuh cinta, tidak pula kena penyakit asmara karena puisi yang sedang aku buat saat itu adalah puisi cinta ceilee bisa juga ternyata..
Dan diluar dugaan aku dapat sesuatu yang kita sebut peringkat hihihi, senang juga dapat peringkat. Ketika pengumuman di radio itu aku berasa apa ya.. Hmm asik, feel something differentlah. Soalnya sesuatu yang kita buat di hargai. Baiklah..Dibawah ini aku akan menuliskan puisinya hanya, aku edit dikitlah, biar gk terlalu berbunga-bunga.
Puisi ini sih udah lama dibuat hmm 12 Februari 2004, empat tahun yang lalu, waktu itu ada event di salah satu radio, buat rayain valentine, Inilah dia...
Sakura…
Mulailah lagi memetik samisen
Sebab senja menggigil tanpa suara
Dan malam akan hangat dalam pelukan lagumu
Gemulai jemarimu
Laksana guguran sakura, melayang anggun
Dibelai senja ketika angin bangkit
Sadar semi akan berakhir
Dikau jelita
Keanggunan terpancar
Diwajah tulus sebening lelehan salju fujiyama
Cinta padamu
Menyisihkan samurai-ku
Keheningan jiwa mengabdi
Dikau sakura jiwaku
Kurindukan laksana kerinduan
Untuk keindahan sesempurna sakura
Keharuman abadi menelusup ketempat terdalam jiwaku
Dihening malam
Teringat aku akan janjiku
Kucinta kau dihidupku saat ini
Kucinta kau dalam hidupku nanti
Dan denting samisenmu melayari ribuan jarak tak berbatas
Segala-galanya membawaku kembali padamu..