Selasa, 05 Mei 2009

Sekolah gratis dimana-mana kata lagu...

Ada lagu yang baru-baru ini rasanya sering saya dengar dinyanyikan berulang -ulang di tv.

Riangnya hati ini..
Senangnya hati ini..
Sekolah gratis ada dimana-mana..

Sebuah setting yang mengawalinya adalah beberapa orang dalam angkot, seorang Ibu yang duduk di samping sopir angkot. Si Bapak mengeluhkan mahalnya biaya pendidikan, dan Ibu yang bertanya, kan sekarang ada sekolah gratis?

Kata Ibu, " biar ayahnya supir angkot, anaknya bisa jadi pilot!", "biar ayahnya loper koran, anak bisa jadi wartawan!"
Sangat optimis, sangat menjanjikan. Sangat membahagiakan apabila keadaanya seperti dalam lagu ini. Memanfaatkan sekolah gratis.. Hanya satu yang jadi pertanyaan dimana ada sekolah wartawan gratis? Dimana ada sekolah pilot gratis?
Sebab yang kita lihat keadaan dilapangan untuk masuk sekolah TK saja, alamak mahal!!
Saya pernah dengar angka diatas 1jt, untuk masuk TK..
Dan juga seandainya seperti dalam lagu itu pendidikan gratis ( sampai dengan tingkat SMP..)
bagaimana untuk selanjutnya? Untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari ditengah harga yang semakin menaik sudah sangat susah.
Harga pendidikan sekarang ini sangat mahal.Apalagi ditengah-tengah krisis sekarang ini.
Pertama meningkatnya harga kebutuhan dan biaya hidup sehari-hari, kedua pendapatan kita yang bisa kita katakan stagnan - (kalau tidak mau dibilang menurun) - jika kita adalah orang-orang yang makan gaji..
Tentu saja tetap berharap apabila apa yang dinyanyikan dalam lagu itu menjadi kenyataan.
Sekolah gratis oh indahnya terutama untuk orang-orang berkantong tipis seperti kebanyakan diantara warga negara Indonesia tercinta..

Kamis, 16 April 2009

Memories...

Memories..Kenangan...
Baru-baru ini seorang teman mengirimiku surat.. Satu surat yang pendek. Sudah lama kami tidak memberi kabar tentang keadaan masing-masing. Mungkin karena kesibukan, rutinitas atau barangkali terkadang kita bingung harus membicarakan apa? Atau merasa tidak akan mendapat tanggapan yang kita harapkan. Lalu surat yang sebelumnya telah kita konsep kita delete,batal kita kirimkan.
Isi suratnya ringkas saja. Menanyakan kabarku disertai harapan semoga semuanya baik-baik saja dan memberitakan kabarnya bahwa dia dalam kondisi baik. Tetapi ada hal yang menarik dalam surat itu, suatu pertanyaan yang mungkin tidak memerlukan jawaban. Masih ingat saya?
Bisakah kita melupakan teman? Mungkin karena jarak dan waktu berperan. Melupakan teman semasa SD atau SMP yang tidak memiliki kedekatan secara psikologis dengan kita? Mungkin! Tetapi teman dimana kita melewati rangkaian waktu bersama, dihukum membersihkan halaman sekolah, kakus sekolah karena terlambat atau karena sengaja tidak ikut upacara, atau berdiri di depan kelas selama dua jam pelajaran karena bolos mata pelajaran bahasa Inggris bisakah kita melupakannya?
Teman-teman dimana kita memiliki kenangan manis atau tidak manis ( bisa berarti manis sekali atau buruk) tidaklah akan dapat kita lupakan begitu saja. Mereka telah menempati satu sudut dalam hati kita, mungkin akan memerlukan sedikit usaha mengingatnya seperti membuka satu file dalam pc kita, memerlukan usaha untuk membuka dari folder yang tepat. Tentu saja kita tidak akan bisa benar-benar melupakan ada waktu dan hal-hal tertentu yang akan tinggal dalam hati kita, ya kenangan..

Senin, 30 Maret 2009

C A L E G .....

Minggu-minggu ini kota Medan benar-benar hingar-bingar. Pasti didaerah-daerah lain juga dalam batas wilayah NKRI, karena akan ada event yang luar biasa besar yang diselenggarakan oleh pemerintah bagi rakyatnya untuk menentukan siapa calonnya yang akan mewakili dirinya untuk duduk dalam dewan yang terhormat.
Sejak tahun lalupun hingar bingar ini sudah diawali. Ditandai dengan banyaknya spanduk,billboard yang terhampar mulai pinggiran kota sampai pusat kota.
Tentu saja ini adalah awal kampanye, dimulai dengan menunjukkan poto dan senyum diwajah masing-masing caleg, partai yang diwakili, tentu saja tidak lupa janji semanis madu yang ditebarkan disana sini dengan harapan untuk menarik perhatian konstituen lalu ditutup dengan permohonan untuk memilih dan mendukung calon tersebut.
Berapa banyak energi yang terhabiskan dalam kampanye? Dan berapa banyak dana terhabiskan guna memperoleh suatu kursi anggota DPR? Seandainya saja aku bisa bertanya dan memperoleh jawaban yang pasti dan akurat... Tapi tentu saja, aku tidak akan bertanya anggaplah itu suatu harga yang harus dibayar untuk suatu jabatan seprestius anggota DPR.
Bukankah hal itu kedengaran menggetarkan hati? Suatu jabatan yang harus dan wajib mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan rakyat banyak. Bahwa hanya orang-orang yang memiliki hati emas, seluas samudera yang mampu melakukan tugas penuh tanggung jawab tersebut? Siapakah yang rela hati mendahulukan kepentingan orang lain dibandingkan dengan kepentingannya sendiri? Hanya Tuhan yang tahu...Berapakah bilangan manusia yang memiliki kualitas seperti itu? Mungkin ada disuatu tempat.
Hanya pertanyaannya : Benarkah orang-orang yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif kita memiliki hati seperti itu?

Senin, 23 Februari 2009

Pahlawan..

Apa yang kita fikirkan tentang pahlawan?
Barangkali pengertiannya berbeda pada setiap periode kehidupan kita.
Ketika kita masih belum sekolah, mungkin kata itu artinya seseorang atau sesuatu yang kita angankan, yang kita dapat pengertiannya dari dongeng yang biasa mengantar tidur kita. Sesuatu yang berbuat luar biasa, pangeran yang menolong seorang putri atau seseorang yang tertindas dsb.
Ketika kita memasuki dunia sekolah, pengertian pahlawan pun bergeser, sesuai dengan ajaran yang kita terima dari guru-guru sekolah dasar kita, kita memikirkan bahwa pahlawan itu adalah seseorang yang berjuang melawan penjajah Belanda/Jepang tentu saja karena penjajah yang paling dominan sesuai dengan pendidikan masa ini adalah penjajah Belanda dan Jepang. Maka kita berfikir pahlawan adalah : Pangeran Diponegoro, Ibu Kartini, Cut Nyak Dien, Sisingamangaraja XII dan sebagainya. Sepertinya pengertian ini masih kita bawa ketika kita akan memasuki masa SMA.
Ketika kita memasuki masa SMA pengertiannya bergeser. Menjadi seseorang yang memberikan kontribusi dalam pengertian besar, kita berfikir pengertian pahlawan ketika kita memasuki usia SD dan SMP sedang dalam pengertian kecil, kita mulai memikirkan tentang idola kita, berubah sesuai perubahan bacaan-bacaan dan tontonan kita.
Saat SMA aku berfikir tentang Mohandas Gandhi yang lebih dikenal dengan Mahatma Gandhi, pria yang begitu sederhana,tulus sangat anti kekerasan,atau aku mengidolakan tokoh kartun Winnie The Pooh yang begitu imut,sangat manis, juga aku menyukai tokoh tokoh Walt Disney bayangkan.. Aku masih suka membaca komik Donal Duck sampai sekarang!!
Aku memikirkan pahlawanku saat ini, orang-orang yang dekat denganku, berpengaruh langsung padaku.. Sederhana memang.. Kedua orang tuaku sudah pasti adalah tokoh utamanya, lalu saudara-saudara sekandung yang inipun ada tingkatan-tingkatannya tergantung kedekatan secara psikologis,lebih sering berkomunikasi, atau setiap menghadapi sesuatu hal apakah hal yang membuat " hati berbunga-bunga " atau dalam hati berkata "aduh mati aku.." maka dia selalu orang yang pertama kita ingat, orang yang pertama kita ajak bicara. Bagiku itu adalah arti kata pahlawan yang sesungguhnya.
Karena saat ini ada perubahan dalam memandang lingkungan dan keberadaan hidup... Bahwa saat ini apa yang terjadi dan rasakan berbeda dalam setiap masa kehidupan.
Seperti pengertian kita setelah dewasa, Dunia tidak lagi mudah hehehe.. Life doesn't come easy anymore.
So.. wellcome to the real world...

Kamis, 12 Februari 2009

SAKURA

Hari ini aku sedang tertarik dengan puisi..
Kadang ada hasrat yang timbul dalam jiwa kita,semacam dorongan untuk berbuat sesuatu.
Apakah itu hal sederhana untuk menyenangkan hati kita, menyenangkan orang lain atau justru untuk hal-hal diluar dugaan kita.

Suatu ketika aku sedang mendengar satu stasiun radio menyelenggarakan sayembara.. Iya sayembara.Lalu ada dorongan untuk mengikutinya. Mungkin untuk menyenangkan hati.
Mencipta adalah suatu proses yang kadang tidak dapat kita tebak, dari mana munculnya. Kita hanya bisa mengikuti dorongan itu. Mulai saja...
Dalam hal ini aku mencoba menciptakan puisi, untuk mengikuti sayembara itu.

Aneh juga rasanya saat aku mengikuti sayembara itu aku tidak sedang jatuh cinta, tidak pula kena penyakit asmara karena puisi yang sedang aku buat saat itu adalah puisi cinta ceilee bisa juga ternyata..

Dan diluar dugaan aku dapat sesuatu yang kita sebut peringkat hihihi, senang juga dapat peringkat. Ketika pengumuman di radio itu aku berasa apa ya.. Hmm asik, feel something differentlah. Soalnya sesuatu yang kita buat di hargai. Baiklah..Dibawah ini aku akan menuliskan puisinya hanya, aku edit dikitlah, biar gk terlalu berbunga-bunga.

Puisi ini sih udah lama dibuat hmm 12 Februari 2004, empat tahun yang lalu, waktu itu ada event di salah satu radio, buat rayain valentine, Inilah dia...

Sakura…


Mulailah lagi memetik samisen

Sebab senja menggigil tanpa suara

Dan malam akan hangat dalam pelukan lagumu


Gemulai jemarimu

Laksana guguran sakura, melayang anggun

Dibelai senja ketika angin bangkit

Sadar semi akan berakhir


Dikau jelita

Keanggunan terpancar

Diwajah tulus sebening lelehan salju fujiyama


Cinta padamu

Menyisihkan samurai-ku

Keheningan jiwa mengabdi


Dikau sakura jiwaku

Kurindukan laksana kerinduan

Untuk keindahan sesempurna sakura

Keharuman abadi menelusup ketempat terdalam jiwaku


Dihening malam

Teringat aku akan janjiku

Kucinta kau dihidupku saat ini

Kucinta kau dalam hidupku nanti

Dan denting samisenmu melayari ribuan jarak tak berbatas

Segala-galanya membawaku kembali padamu..



Rabu, 11 Februari 2009

Annai Maria Velangkanni


Ada tiga bangunan utama di Graha ini.
Lantai I aula, lantai II untuk keperluan ibadah.
Dan bangunan disebelah kanan Graha yaitu Gua Maria
Dibelakang aula ini ada sumber mata air, Holy Water
Sayang gk takes potonya..

Nah di Gua Maria saya mejeng dan nyalain lilin..

Salam Maria penuh rahmat, Tuhan serta-Mu
Terpujilah Engkau diantara wanita
Dan terpujilah buah tubuh-Mu
Yesus Kristus Tuhan kami
Salam Maria Bunda Allah doakanlah kami yang berdosa ini sekarang
dan waktu kami mati...

Senin, 09 Februari 2009

Annai Maria Velangkanni


Graha Annai Maria, bercorak India dengan ornamen yang mirip dengan ornamen Kuil Hindu di Jalan Zainul Arifin atau lebih sering di sebut Kampung Keling oleh orang Medan. Dari penempatan patung-patung sebagai ornamen, patung gajah sepertinya jarang gereja diberi ornamen patung gajah. Akan tetapi di Graha ini ada beberapa patung gajah di sekeliling bangunan, terutama bagian atap.

Dibagian dalam (Gua Maria) adalah tempat yang tidak sepi dari pengunjung, untuk berdoa,atau mungkin hanya menyalakan lilin.

Annai Maria Velangkanni

Terbitkan Entri

Sudah pernah ke tempat ini? Di Jalan Asoka Raya.
Tempatnya di daerah Tanjung Sari, ntah kenapa namanya Tanjung Sari, kenyataannya tidak ada laut disana. Bukannya kalo tanjung itu daratan yang menjorok kelaut? Tetapi walau tidak ada laut tetap saja di Medan itu banyak yang namanya Tanjung. Sebut saja.. Tanjung Selamat, Tanjung Anom, Tanjung Rejo, Tanjung Gusta yang sekarang jadi tempat pesakitan dan yang sudah kita sebut pertama kali Tanjung Sari. Jadi jangan berfikiran kalo akan menemukan laut di kawasan itu, sebab yang ada hanyalah darat melulu.

Daerahnya ke daerah pinggiran,masuk dari Simpang Selayang, dari depan rumah makan Tesalonika,tidak macet. Ketemu prapatan, kita ikuti saja jalan Flamboyan, sampai Pasar Melati (di Medan biasanya disebut Pajak Melati. Pajak = Pasar). Sudah ada penanda arah, kita belok kanan ikuti penanda arahnya sampai gedung itu sendiri masuk gang tetapi dapat diakses mobil bahkan bus.

Disebut Annai Maria Velangkanni. Annai dalam bahasa Tamil artinya Bunda, jadi lebih kurang maksudnya, Bunda Maria dari Velangkanni. Velangkanni nama tempat di daerah India.

Tempat ini adalah tempat ziarah. Datang dan berdoalah disana Amin. Doa anda akan terkabul..

Berikut adalah beberapa poto yang saya takes ditempat itu.

Jumat, 06 Februari 2009

Inside Wihara Budha Tzu Chi



Budha bless you..
Thats a Monk always says..

Kamis, 05 Februari 2009

Wihara Maitreya Jl. Cemara Asri



Dari Jl. Krakatau, dekat perumahan Cemara Asri Boulevard, kita belok ke kiri..

Kesana tgl 26 Jan '09, Imlek hari pertama, jadi bau dupa apa hio dimana mana...
Sudah agak malam kesana cantik banget.. ada banyak cahaya lilin.. peace...

Wihara Maitreya Jl. Cemara Asri


Apa yang timbul dalam hati kita saat, kita mendatangi sebuah tempat ibadah?
Tak peduli apa agama kita masing masing, seharusnya suatu agama dapat memberi hati kita janji damai, janji bahwa kita harus saling mengasihi..
Sepertinya mudah ya, tetapi dalam pelaksanaanya bukan hal yang mudah.

Perjalanan ke wihara ini sebenarnya agak aneh.. Soalnya rencananya bukan ke wihara Maitreya, tetapi ke wihara Budha Tzu Chi. Sama-sama di daerah cemara, tetapi kami salah jalan dan salah belok hehehehe hal yang lumrah,sering terjadi. Maunya kita ke kantor jadinya ke mall hehehe.. tadinya mau kemana jadinya singgah ke cafe.

But is ok, tempatnya ok-lah, kemarin kesana bertiga dengan teman satu kantor.
Rencana kesana mau liat-liat aja, eh ada Ibu yang bilang hari ini ampuh buat berdoa.. Ambil lilinnya nyalain, trus tempelinlah permintaan kamu, mudah-mudahan dikabulkan. Jadi aku make a wish.... ada dech... yang pasti untuk: peace of world... amin amin.. amin...

Rabu, 04 Februari 2009

Wihara Budha Tzu Chi ( Jl.Cemara Medan)


Tempatnya masih dalam tahap pembangunan..
Akan tetapi tetap, sudah menunjukkan tanda-tanda kemegahan tempatnya. Bayangin aja patung seberat 100 ton. Gilee dan pahatannya halus sekali.
Tempatnya belum terbuka buat umum.
26 Jan '2009.. selepas dari rumah teman (nini/nora) merayain imlek..
Makanannya hmm... yummy...
pic: Felly, Ami,AG n Me

Little Waterfalls

Danau Toba


SONETA II

Membaca puisi bisa diibaratkan seperti mengkonsumsi suplemen bagi tubuh. Sepertinya tidak ada orang yang tidak suka dengan puisi, hanya saja mungkin tingkatnya berbeda bagi setiap orang. Seperti kesukaan akan es krim, tentu tingkat kesukaannya pun berbeda.

Cobalah membaca puisi pasti ada sesuatu yang terasa dalam hati kita. Asal kita membacanya tanpa pretensi tanpa prasangka hanya hati yang bersih.

Puisi dibawah ini adalah karya Pablo Neruda, seorang politis Spanyol..



SONETA II

(Pablo Neruda)


Kasihku, berapa banyak jalan harus kutempuh untuk mendapatkan ciuman,
berapa kali aku tersesat kesepian sebelum menemukanmu!
Kereta kini melaju menembus hujan tanpa diriku.
Di Taltal musim semi belum kunjung tiba.

Tapi aku dan engkau, kasihku, kita bersama-sama,
bersama dari pakaian hingga tulang,
bersama di musim gugur, di air kita, di pinggul,
hingga akhirnya hanya engkau, hanya daku, kita berdua.

Bayangkan betapa semua bebatuan itu diangkut sungai,
mengalir dari mulut sungai Boroa;
bayangkan, betapa bebatuan itu dipisahkan oleh kereta dan bangsa

Kita harus saling mencinta,
sementara yang lainnya semua kacau, laki-laki maupun perempuan,
dan bumi yang menghidupkan bunya anyelir.

Danau Toba ... From Tongging Hills

Little Waterfalls

HARMONY