Jumat, 06 Februari 2009

Inside Wihara Budha Tzu Chi



Budha bless you..
Thats a Monk always says..

Kamis, 05 Februari 2009

Wihara Maitreya Jl. Cemara Asri



Dari Jl. Krakatau, dekat perumahan Cemara Asri Boulevard, kita belok ke kiri..

Kesana tgl 26 Jan '09, Imlek hari pertama, jadi bau dupa apa hio dimana mana...
Sudah agak malam kesana cantik banget.. ada banyak cahaya lilin.. peace...

Wihara Maitreya Jl. Cemara Asri


Apa yang timbul dalam hati kita saat, kita mendatangi sebuah tempat ibadah?
Tak peduli apa agama kita masing masing, seharusnya suatu agama dapat memberi hati kita janji damai, janji bahwa kita harus saling mengasihi..
Sepertinya mudah ya, tetapi dalam pelaksanaanya bukan hal yang mudah.

Perjalanan ke wihara ini sebenarnya agak aneh.. Soalnya rencananya bukan ke wihara Maitreya, tetapi ke wihara Budha Tzu Chi. Sama-sama di daerah cemara, tetapi kami salah jalan dan salah belok hehehehe hal yang lumrah,sering terjadi. Maunya kita ke kantor jadinya ke mall hehehe.. tadinya mau kemana jadinya singgah ke cafe.

But is ok, tempatnya ok-lah, kemarin kesana bertiga dengan teman satu kantor.
Rencana kesana mau liat-liat aja, eh ada Ibu yang bilang hari ini ampuh buat berdoa.. Ambil lilinnya nyalain, trus tempelinlah permintaan kamu, mudah-mudahan dikabulkan. Jadi aku make a wish.... ada dech... yang pasti untuk: peace of world... amin amin.. amin...

Rabu, 04 Februari 2009

Wihara Budha Tzu Chi ( Jl.Cemara Medan)


Tempatnya masih dalam tahap pembangunan..
Akan tetapi tetap, sudah menunjukkan tanda-tanda kemegahan tempatnya. Bayangin aja patung seberat 100 ton. Gilee dan pahatannya halus sekali.
Tempatnya belum terbuka buat umum.
26 Jan '2009.. selepas dari rumah teman (nini/nora) merayain imlek..
Makanannya hmm... yummy...
pic: Felly, Ami,AG n Me

Little Waterfalls

Danau Toba


SONETA II

Membaca puisi bisa diibaratkan seperti mengkonsumsi suplemen bagi tubuh. Sepertinya tidak ada orang yang tidak suka dengan puisi, hanya saja mungkin tingkatnya berbeda bagi setiap orang. Seperti kesukaan akan es krim, tentu tingkat kesukaannya pun berbeda.

Cobalah membaca puisi pasti ada sesuatu yang terasa dalam hati kita. Asal kita membacanya tanpa pretensi tanpa prasangka hanya hati yang bersih.

Puisi dibawah ini adalah karya Pablo Neruda, seorang politis Spanyol..



SONETA II

(Pablo Neruda)


Kasihku, berapa banyak jalan harus kutempuh untuk mendapatkan ciuman,
berapa kali aku tersesat kesepian sebelum menemukanmu!
Kereta kini melaju menembus hujan tanpa diriku.
Di Taltal musim semi belum kunjung tiba.

Tapi aku dan engkau, kasihku, kita bersama-sama,
bersama dari pakaian hingga tulang,
bersama di musim gugur, di air kita, di pinggul,
hingga akhirnya hanya engkau, hanya daku, kita berdua.

Bayangkan betapa semua bebatuan itu diangkut sungai,
mengalir dari mulut sungai Boroa;
bayangkan, betapa bebatuan itu dipisahkan oleh kereta dan bangsa

Kita harus saling mencinta,
sementara yang lainnya semua kacau, laki-laki maupun perempuan,
dan bumi yang menghidupkan bunya anyelir.

Danau Toba ... From Tongging Hills

Little Waterfalls

HARMONY