masih teringat
ketika kita disini
waktu rembulan akan melayari malam
kau tersenyum ketika kusapukan jemariku
ke noda hitam
diujung bibirmu
dan..
kau bersihkan guguran bougenville ungu
diujung rambutku
Selasa, 30 Maret 2010
Rabu, 24 Februari 2010
24 feb 2010
Pikiran hari ini :
Sesuatu yang telah lama diusahakan,pikiran, perasaan, daya upaya dikerahkan dengan harapan dicurahkan untuk keberhasilannya, kemudian ternyata berakhir dengan satu kata gagal...
Tak ada kata yang bisa mewakili perasaan kecewa itu..
Sesuatu yang telah lama diusahakan,pikiran, perasaan, daya upaya dikerahkan dengan harapan dicurahkan untuk keberhasilannya, kemudian ternyata berakhir dengan satu kata gagal...
Tak ada kata yang bisa mewakili perasaan kecewa itu..
Kamis, 18 Februari 2010
sleping
zzzz... zzzz.. zzz...
Tak peduli tempat dan ketidaknyamanan. Tak perlu luas, tak perlu bantal, guling, kasur atau kenyamanan lainnya. Tangga gedung bisa menjadi tempat berbaring yang nyaman melepaskan segala penat.

Setelah lelah berkelana untuk mendapatkan rupiah demi rupiah, tidur menjadi obat pelepas letih
Semua recehan dan lembaran yang telah diperoleh dipeluk dibawa dalam tidur..
Jumat, 05 Februari 2010
Nangka
Tentulah kita (sebagian besar) orang Indonesia mengenal Nangka, atau : Artocarpus heterophyllus, pada saat masih mengkal warna buahnya hijau dan bergetah banyak. Khususnya di beberapa daerah di Indonesia buah ini sering diolah menjadi sayur yang lezat dan banyak yang menyukai sayur jenis ini. Namanya sayur gori.
Setelah matang buah ini mengeluarkan aroma yang khas lebih lembut dari aroma durian atau aroma cempedak. Buahnya manis dengan warna kekuningan teksturnya agak kenyal, tapi enak, segar.

Dari sini cerita kita berawal, kami satu keluarga suka buah ini, sejak kecil kami sudah mengenal nya. Sebagai orang yang tinggal di daerah pedesaan dimana biasanya pemukiman penduduk berkelompok dengan pola : semua rumah saling berhadapan sehingga ditengah perkampungan terbentuk satu halaman yang sangat luas.
Biasanya orang yang tinggal dalam pemukiman itu masih dalam satu kekerabatan. Dipinggiran kampung itu ditanami pohon beraneka ragam. Khususnya nangka karena jenis pohon ini tidak memerlukan perawatan khusus dan pohonnya yang kuat sehingga anak-anak suka bermain di cabangnya yang kadang menjurai sampai dekat tanah.
Permainannya seperti ini : beberapa anak akan naik ke dahan yang lumayan kuat menahan beban dan jika sudah yakin aman berpegangan pada cabangnya, maka cabang yang sudah ditarik akan dilepaskan oleh seseorang yang menarik dahan dekat ke tanah. Harus disentak dengan kuat dan cepat.
Efeknya kita serasa terbang dengan rasa tersentak kuat. Hampir sama dengan efek apabila kita terjatuh dari pohon, atau terjatuh dari ketinggian atau sensasi ketika kita mimpi terjatuh hanya bedanya kita terhempas ke atas dan tidak ada rasa kesakitan hanya rasa seperti terbang dan seolah-olah jantung kita terangkat dengan cepat. Sudah pasti kita akan menjerit dengan kuat. Aku masih bisa merasakan sensasinya sampai sekarang.
Nah kita kembali ke cerita tentang buahnya, pada saat musim nangka. Tidak bisa disebut bulan apa, biasanya semua pohon nangka akan berbuah secara bersamaan. Kita biasanya berkumpul diketeduhan bersama-sama menikmati buahnya yang ranum. Mungkin karena buahnya mengandung angin, kadang ada yang tidak tahan memakan terlalu banyak maka ada satu mantra yang diajarkan secara lisan turun temurun untuk menghindari sakit perutnya.
Tidak ada yang mengetahui sejak kapan mantera ini sudah manjur. Biasanya anak yang lebih besar akan mengucapkan mantera ini kepada anak-anak yang lebih kecil sambil menaruh jangat nangkanya dibelakang telinga anak yang lebih muda dan begitu seterusnya, diteruskan secara lisan.
Nah baru-baru ini Ibu saya datang dari kampung membawa buah nangka yang sangat besar, kebetulan kami juga rata-rata punya kelemahan dibagian pencernaan maka saya dengar lagi mantera itu, sambil menaroh jangatnya pada belakang telinga saya sambil berucap :
Pinasa simaulae = Nangka yang diminta
Au mangallang halakan mangae = saya makan mereka yang kesakitan.
Maksudnya secara umum.
Pinasa = nangka, Simaulae = diminta (mungkin) sebagai sampiran untuk menyamakan bait kedua?)
Au = aku, mangallang = makan, halakan = mereka, mangae = merasa kesakitan)
Tentu saja syair ini mengandung ironi dan agak terlalu egois hahaha coba anda pikirkan : anda makan nangka (kebanyakan hingga sakit perut) dan orang lain yang merasa deritanya. Entah benar atau tidak akan tetapi mantera itu sudah terhapalkan secara turun temurun, wallahu alam saya makan nangkanya lumayan banyak tidak sakit perut, dan semenjak seingat saya belum pernah merasa sakit perut karena makan nangka. Bisa juga karena memang yang saya makan masih dalam batas toleransi. Atau mungkinkah ini sugesti?
Biasanya orang yang tinggal dalam pemukiman itu masih dalam satu kekerabatan. Dipinggiran kampung itu ditanami pohon beraneka ragam. Khususnya nangka karena jenis pohon ini tidak memerlukan perawatan khusus dan pohonnya yang kuat sehingga anak-anak suka bermain di cabangnya yang kadang menjurai sampai dekat tanah.
Permainannya seperti ini : beberapa anak akan naik ke dahan yang lumayan kuat menahan beban dan jika sudah yakin aman berpegangan pada cabangnya, maka cabang yang sudah ditarik akan dilepaskan oleh seseorang yang menarik dahan dekat ke tanah. Harus disentak dengan kuat dan cepat.
Efeknya kita serasa terbang dengan rasa tersentak kuat. Hampir sama dengan efek apabila kita terjatuh dari pohon, atau terjatuh dari ketinggian atau sensasi ketika kita mimpi terjatuh hanya bedanya kita terhempas ke atas dan tidak ada rasa kesakitan hanya rasa seperti terbang dan seolah-olah jantung kita terangkat dengan cepat. Sudah pasti kita akan menjerit dengan kuat. Aku masih bisa merasakan sensasinya sampai sekarang.
Nah kita kembali ke cerita tentang buahnya, pada saat musim nangka. Tidak bisa disebut bulan apa, biasanya semua pohon nangka akan berbuah secara bersamaan. Kita biasanya berkumpul diketeduhan bersama-sama menikmati buahnya yang ranum. Mungkin karena buahnya mengandung angin, kadang ada yang tidak tahan memakan terlalu banyak maka ada satu mantra yang diajarkan secara lisan turun temurun untuk menghindari sakit perutnya.
Tidak ada yang mengetahui sejak kapan mantera ini sudah manjur. Biasanya anak yang lebih besar akan mengucapkan mantera ini kepada anak-anak yang lebih kecil sambil menaruh jangat nangkanya dibelakang telinga anak yang lebih muda dan begitu seterusnya, diteruskan secara lisan.
Nah baru-baru ini Ibu saya datang dari kampung membawa buah nangka yang sangat besar, kebetulan kami juga rata-rata punya kelemahan dibagian pencernaan maka saya dengar lagi mantera itu, sambil menaroh jangatnya pada belakang telinga saya sambil berucap :
Pinasa simaulae = Nangka yang diminta
Au mangallang halakan mangae = saya makan mereka yang kesakitan.
Maksudnya secara umum.
Pinasa = nangka, Simaulae = diminta (mungkin) sebagai sampiran untuk menyamakan bait kedua?)
Au = aku, mangallang = makan, halakan = mereka, mangae = merasa kesakitan)
Tentu saja syair ini mengandung ironi dan agak terlalu egois hahaha coba anda pikirkan : anda makan nangka (kebanyakan hingga sakit perut) dan orang lain yang merasa deritanya. Entah benar atau tidak akan tetapi mantera itu sudah terhapalkan secara turun temurun, wallahu alam saya makan nangkanya lumayan banyak tidak sakit perut, dan semenjak seingat saya belum pernah merasa sakit perut karena makan nangka. Bisa juga karena memang yang saya makan masih dalam batas toleransi. Atau mungkinkah ini sugesti?
Selasa, 02 Februari 2010
Sungai..
Mengalirlah dari hulu ke hilir
Melintaslah mengarungi wilayah dikenal hingga tak bertuan
Bertemu aliran tak terduga menuju muara
Kecuplah bibir darat tak berbatas menuju kebebasan
Arungi lembutnya pertemuan aliran
Air pesawahan, pegunungan dingin yang tegar
Hingga gelora laut memabukkan..
Bawakan berkas cerita dari daun gugur
Ranting berpisah kasih dari cabang
Hingga tiba di gelora samudra
Menyatu dalam ribuan kisah cerita
Tanah dikenali hingga tak bertuan
Sungai mengalirlah lalui ribuan waktu tak berhingga
Layarilah tempat-tempat diseluruh jagad
Hingga kembali
Menjadi titikan tak terkenali
Mengangkasa
Sungai
Mengalir
Mengalir
Melintaslah mengarungi wilayah dikenal hingga tak bertuan
Bertemu aliran tak terduga menuju muara
Kecuplah bibir darat tak berbatas menuju kebebasan
Arungi lembutnya pertemuan aliran
Air pesawahan, pegunungan dingin yang tegar
Hingga gelora laut memabukkan..
Bawakan berkas cerita dari daun gugur
Ranting berpisah kasih dari cabang
Hingga tiba di gelora samudra
Menyatu dalam ribuan kisah cerita
Tanah dikenali hingga tak bertuan
Sungai mengalirlah lalui ribuan waktu tak berhingga
Layarilah tempat-tempat diseluruh jagad
Hingga kembali
Menjadi titikan tak terkenali
Mengangkasa
Sungai
Mengalir
Mengalir
Selasa, 19 Januari 2010
fishing
Bagi sebagian orang mencari ikan (fishing) adalah urusan hobby. Urusan menghabiskan waktu, bersantai sehingga karena sudah urusan hobby kocek bisa di kesampingkan.
Sedikit diatasnya mungkin mencari inspirasi... Ceile inspirasi

Tapi yang pasti apapun motivasinya tujuan ya untuk dapat ikan....
Sedikit diatasnya mungkin mencari inspirasi... Ceile inspirasi

Buat sebagian yang lain mungkin gabungan antara bersantai dengan teman,menghabiskan waktu bersama, merencanakan sesuatu atau menghindari suara dominasi dari istri dirumah yang nyuruh ini nyuruh itu hehehe ...
Minggu, 17 Januari 2010
Fire...
Adalah tuntutan hidup ketika seorang Ibu harus meninggalkan anak-anak yang dia cintai yang masih sangat membutuhkan perhatian dan pengawasan, kemudian berangkat ketempat kerja dan bekerja dari jam 7 pagi dan baru tiba dirumah setelah petang. Jika bekerja di sift pagi. maka jam setengah tujuh harus berangkat dari rumah dan baru jam 4 tiba dirumah. Jika sift siang maka jam satu sudah harus berangkat dari rumah dan tiba dirumah jam 21.30 mungkin anak-anaknya sudah tidur atau ketika sift malam dia harus berangkat jam 20 dari rumah dan baru kembali keesokan harinya,artinya anak-anaknya sudah berangkat sekolah tanpa dilihat oleh Ibunya.
Adalah tuntutan hidup, ketika seorang suami harus meninggalkan istri dan anak-anaknya,bekerja di tempat yang jauh dari keluarga mungkin bisa mengunjungi keluarganya dalam waktu yang relatif sebentar, dikarenakan kewajiban kepada tempat kerja yang mengharuskan bekerja dalam rentang waktu jam 08 s/d 17 ,setiap hari kecuali minggu.
Ketika suatu malam yang naas si Ibu meninggalkan rumah dan ketiga anaknya, untuk bekerja pada salah satu RS, tanpa pengawasan, suaminya kerja di perkebunan di luar kota. Kewajiban di rumah sakit bagi karyawan untuk dapat bekerja secara shif, dan Ibu ini kebagian jaga malam.
Adalah suatu kemalangan akibat ketiadaan sehingga Ibu ini harus meninggalkan anak-anak tanpa pengawasan. (Mungkinkah) dia tidak sanggup membayar pengasuh?
Apa yang terjadi adalah hal yang tidak akan pernah terbayangkan, tidak terfikirkan, ketika ditengah malam kedua anak ( kelas 6 dan kelas 3 SD) ketika kira-kira jam 01:30 menyalakan lilin ketika listrik kembali padam. Akhir-akhir ini sering terjadi pemadaman listrik.. Entah bagaimana terjadinya apakah karena lilin membakar selimut sehingga kedua anak kehabisan oksigen atau apalah, kedua anak ini kehilangan nyawanya,ditemukan oleh tetangganya kira-kira jam 02 dini hari telah kehilangan nyawa keduanya ditemukan saling berpelukan. Maka si Ibu bahkan tidak lagi sanggup menangis ketika ditengah malam buta kabar duka itu disampaikan kepadanya..
Adalah kemalangan yang lain? Atau kesalahan yang lain? Ketika pada malam hari itu tetangga keluarga ini terbangun dan mengecek kenapa banyak asap. Dan ketika para orang-orang yang peduli ini mencoba untuk memadamkan api dengan air apa yang terjadi adalah bahwa PAM juga mati. Tidak ada setetes airpun yang mengalir dari kran dan ini sudah menjadi kebiasaan yang tidak kita ketahui apa alasannya kenapa setiap malam air juga ikut-ikutan MATI. Apakah ini merupakan suatu kesengajaankah?
Adakah yang patut dipersalahkan?
Adalah tuntutan hidup, ketika seorang suami harus meninggalkan istri dan anak-anaknya,bekerja di tempat yang jauh dari keluarga mungkin bisa mengunjungi keluarganya dalam waktu yang relatif sebentar, dikarenakan kewajiban kepada tempat kerja yang mengharuskan bekerja dalam rentang waktu jam 08 s/d 17 ,setiap hari kecuali minggu.
Ketika suatu malam yang naas si Ibu meninggalkan rumah dan ketiga anaknya, untuk bekerja pada salah satu RS, tanpa pengawasan, suaminya kerja di perkebunan di luar kota. Kewajiban di rumah sakit bagi karyawan untuk dapat bekerja secara shif, dan Ibu ini kebagian jaga malam.
Adalah suatu kemalangan akibat ketiadaan sehingga Ibu ini harus meninggalkan anak-anak tanpa pengawasan. (Mungkinkah) dia tidak sanggup membayar pengasuh?
Apa yang terjadi adalah hal yang tidak akan pernah terbayangkan, tidak terfikirkan, ketika ditengah malam kedua anak ( kelas 6 dan kelas 3 SD) ketika kira-kira jam 01:30 menyalakan lilin ketika listrik kembali padam. Akhir-akhir ini sering terjadi pemadaman listrik.. Entah bagaimana terjadinya apakah karena lilin membakar selimut sehingga kedua anak kehabisan oksigen atau apalah, kedua anak ini kehilangan nyawanya,ditemukan oleh tetangganya kira-kira jam 02 dini hari telah kehilangan nyawa keduanya ditemukan saling berpelukan. Maka si Ibu bahkan tidak lagi sanggup menangis ketika ditengah malam buta kabar duka itu disampaikan kepadanya..
Adalah kemalangan yang lain? Atau kesalahan yang lain? Ketika pada malam hari itu tetangga keluarga ini terbangun dan mengecek kenapa banyak asap. Dan ketika para orang-orang yang peduli ini mencoba untuk memadamkan api dengan air apa yang terjadi adalah bahwa PAM juga mati. Tidak ada setetes airpun yang mengalir dari kran dan ini sudah menjadi kebiasaan yang tidak kita ketahui apa alasannya kenapa setiap malam air juga ikut-ikutan MATI. Apakah ini merupakan suatu kesengajaankah?
Adakah yang patut dipersalahkan?
Langganan:
Postingan (Atom)